Kaka Juga Termasuk Dalam Julukan “Magic Quartet”

Kaka Termasuk Dalam "Magic Quartet"

Kaka Termasuk Dalam "Magic Quartet"
Ricardo Izecson dos Santos Leite ,lahir di Gama, FD, Brasil, 22 April 1982, lebih dikenal dengan nama Kaka atau Ricardo Kaka, adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Orlando City SC. Kaka memulai karier sepak bolanya pada usia delapan tahun, ketika ia mulai bermain untuk sebuah klub lokal. Pada saat itu, ia juga bermain tenis. Pada suatu saat ia pindah ke Sao Paulo FC dan menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub tersebut pada usia 15 tahun dan ia memilih untuk fokus pada sepak bola.

Kaka melakukan debut internasionalnya pada bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada tahun 2003, dia menjadi kapten tim dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, memimpin Brasil ke posisi kedua dan membuat gol yang menentukan dalam pertandingan melawan Kolombia. Setelah itu, dia beraksi di Piala Konfederasi 2005, dengan menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan “Jesus Loves You-Yesus mencintaimu” (dalam berbagai bahasa.) Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam voting penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004. Pada kompetisi tahun 2005, ia naik dua peringkat lebih tinggi. Terakhir, ia membantu Brasil dalam masuk kualifikasi pada Piala Dunia 2006. Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik dari Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brasil di Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006 dia menyumbangkan salah satu gol briliannya untuk tim Brasil setelah melakukan umpan yang membuahkan gol kepada pemain yang baru masuk, Elano Blumer. Kaka mendapat bola dari pantulan tendangan pojok Argentina, dan mengambil bola dari ¾ lapangan lalu mencetak gol. Pada 15 November 2006, Kaka dipilih sebagai kapten Brasil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss karena absennya kapten Brasil sebelumnya, Lucio yang disebabkan oleh cedera.

Pada pertandingan pertama Brasil di grup F, Kaka mencetak gol di menit ke-99 saat melawan Kroasia. Tendangan kaki kiri dari jarak 25 meter membuat Brasil meraih kemenangan 1–0. Media menganggap Kaka sebagai satu-satunya anggota dari “magic quartet” – Adriano, Kaka, Ronaldo, Robinho and Ronaldinho yang dihasilkan dalam pertandingan itu. Dan juga ketika melawan Ghana dia mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan kepada Ronaldo, yang akhirnya menghasilkan gol, sehingga Ronaldo memecahkan rekor Gerd Muller, gol terbanyak di Piala Dunia. Kaka ternyata tidak dapat meneruskan kinerjanya ke pertandingan selanjutnya dan Brasil dikalahkan oleh Perancis di perempat final.

Bermain untuk tim Brasil di grup G, pada pertandingan keduanya melawan Pantai Gading Kaka memberikan kontribusi untuk gol yang dicetak Luis Fabiano. Sayangnya Kaka terpancing emosi oleh permainan keras tim Pantai Gading yang menyebabkanya mendapat kartu merah. Jika tidak, ia berpeluang menjadi Man of The Match yang akhirnya disandang Luis Fabiano.

Pada tanggal 5 Maret 2013 Kaka dipanggil timnas Brasil oleh pelatih Luiz Felipe Scolari untuk pertama kalinya sejak kembalinya pelatih tersebut, dalam laga persahabatan dengan Italia di London dan Rusia di Jenewa, keduanya mengambil tempat di akhir bulan itu.

Kaka telah digambarkan sebagai pemain yang mempunyai keseimbangan , pemain tim yang sangat cepat terampil dan kreatif, dengan kontrol bola yang sangat baik. Dia memiliki tembakan keras dari jarak manapun, visi yang luar biasa dan kemapuan fantastis passing dan dribbling. Sebagai gelandang serang playmaker, ia dikenal karena mampu mencetak gol, menciptakan dan selalu bekerja sama dengan timnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: