Bertanding Dengan 10 Pemain itu Bukanlah Hal Yang Mudah – Nuno Espirito

Bertanding Dengan 10 Pemain itu Bukanlah Hal Yang Mudah - Nuno Espirito

Bertanding Dengan 10 Pemain itu Bukanlah Hal Yang Mudah - Nuno Espirito
Pelanggaran dalam pertandingan sepak bola merupakan hal yang meresahkan bagi setiap pemain. Terlebih jika mendapatkan kartu merah. Pengalaman ini juga dihadapi oleh pelatih FC Porto, Nuno Espirito Santo yang menyesalkan telah mendapatkan kartu merah salah seorang pemainnya saat melawan Juventus pada babak 16 besar Liga Champions, Selasa (14/3/2017).

Karena mendapatkan kartu merah maka pertarungan berlangsung dengan 10 orang pemain saja. Ini akibat dari Maximiliano Pereira yang mendapatkan kartu merah dan dirinya diusir oleh wasit pada menit ke-40. Setelah dianggap melakukan handball di kotak 12 pas sehingga mengakibatkan hukuman penalti. Akibatnya penyerang Juventus, Paulo Dybala pun sukses mengeksekusi penalti itu dan membuat timnya unggul 1-0 hingga akhir laga.

Pada leg pertama di kandang sendiri Porto pun bermain dengan 10 orang pada menit ke-27 setelah Alex Telles diusir wasit. Dipertandingan tersebut tim Porto kalah 0-2. Terkait hal itu, Nuno pun menyesalkan hukuman kartu merah yang didapat timnya. Menurut dia bukan hal yang mudah untuk dapat bermain maksimal dengan kondisi 10 pemain saja. Itu tentu hal yang menyulitkan tim untuk dapat meraih kemenangan.

“Mendapatkan kartu merah itu adalah hal yang menentukan, seperti yang telah terjadi pada leg pertama. Akan selalu ada keraguan tentang apa yang bisa kami capai jika hanya bermain dengan 10 pemain pada dua laga itu,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu mantan pelatih Valencia itu bangga dengan perjuangan yang dilakukan timnya saat menghadapi Juventus.

“Pada pertandingan malam ini kami hanya ingin menjadi diri kami sendiri. Kami memulai laga dengan baik. Kami menunjukkan kualitas, bertahan dengan baik, dan bermain dengan solid. Dan kami pun paham bahwa kami harus mencetak dua gol untuk menyamakan agregat. Namun, kami juga tidak ingin kehilangan jati diri kami,” tutur Nuno.

Leave a Reply

%d bloggers like this: